Lagi-lagi keaktifanku mengikuti TV Show Asia’s Next Top Model  Season ke-4  (AsNTM4) baik di media sosial fesbuk maupun instagram mendekatkanku dengan sosok-sosok yang ku ikuti. Mentor atau gurunya  AsNTM4  mengenali aku pertama kali dengan me-mention namaku di instagram. Suhunya para model lho ini! Yang mengajarkan  dan memberikan masukan kepada para model agar cara jalan mereka di atas catwalk, atau pun pemotretan mereka berhasil dan jauh dari kata eliminasi. Jadi ini surprise yang menyenangkan. Dan mentor kali ini berasal dari Indonesia! Model yang kenyang pengalaman di dunia modeling dan fashion tingkat internasional. Kelly Tandiono!

image

image

   Pro-kontra dengan salah satu instagramer mengenai ‘layak tidaknya para perwakilan Indonesia mendapatkan ucapan terimakasih telah mengharumkan nama bangsa’ sungguh membuatku geleng-geleng kepala. Karena terimakasihku ini, aku dianggap ‘over rated’. Agree to disagree, aku tetap berpendapat bahwa mereka semua ‘umat-umat terbaik dunia modeling Indonesia’ yang terpilih dari jutaan orang dengan mimpi yang sama dari berbagai negara untuk berpartisipasi dalam kompetisi se Asia ini. Sebagai ‘Yang Terpilih’ pastilah kualitas dan jam terbangnya, terutama Kelly Tandiono, telah diperhitungkan sebagai juri dan mentor. Dan adalah tugasnya untuk mendapatkan  model terbaik dan mumpuni di akhir ceita. Lupakan soal rating dan ketenaran yang mengikuti, yang ‘dijual’ mereka tidak hanya pribadi tapi juga nama Indonesia yang melekat sebagai asal negerinya. Jadi masih galau mengucapkan selamat dan terimakasih? Kelly membalas dengan mention-nya yang manis ‘Terimakasih @Ima_Zoehdi’ melihat pertentangan ini. Nah! Kerendahhatian bukan hanya datang dari pesohor saja, sudah selayaknya kita semua juga berpikiran sama sebagai follower atau pun jika menjadi stalker saja. Jika tak punya kata-kata manis lebih baik disimpan saja. Tentu saja kita bisa mengkritik, tapi jelas ada beda yang sangat antara kritikus dan hater.

image

image

image

   Sering mengomentari dan menyukai postingan Kelly di Instagram membuat fans club resmi Kelly Tandiono, Tandioners, menghubungiku untuk bergabung. Secara aku juga senang kumpul-kumpul dan berteman dengan siapa saja, aku pun mengiyakan. Dan dengan ini aku semakin update kegiatan Kelly  terutama modeling dan juga kegiatan olah raga Kelly! Kualitas lain yang dimilikinya selain sebagai model! Kelly suka olah raga seperti yoga, lari marathon, bersepeda, renang dan menyelam! Aktivitas-aktivitas olahraga yang mulai aku pelajari dan ingin ku kuasai, terutama renang dan menyelam. Hingga akhirnya mereka mengadakan event ‘Lari Bersama Kelly’ aku langsung mendaftarkan diri. Sekalian kopi darat dengan Tandioners dan Sang Penakluk Catwalk juga Pemotretan dengan Tatapan Gaharnya, Kelly Tandiono! Yeay!

image

image

image

   Kehebohan pun dimulai selepas subuh di hari H. Acara ‘Lari Bersama Kelly’ ini memang bertepatan dengan hari minggu, hari Car Free Day dengan meeting point Sarinah Thamrin. Dan acara ini dijadwalkan di pagi-pagi sekali. Lagi-lagi kekurangtahuanku mengenai jalanan Ibukota sekaligus takut dimarahi dan ditilang Pak, Buk  Polisi jika tanpa sengaja melanggar area CFD, membuatku terpaksa memarkir kendaraan di kantorku, di bilangan Karet sana. Jadilah Yulis, ‘mimin-nya’ Tandioners yang pergi bareng aku terpaksa jalan kaki dari Karet ke Thamrin. Maaf, pegelll yaaa…Ditambah bus Trans Jakarta yang lama dinanti tak kunjung menepi, membuat kami bertekad bulat menaklukan 4 km ini…. Apalagi aku pakai kaos bertuliskan ‘You Can, If You Think You Can’. Cieee kurang apa coba? Tu wa ga, tu wa ga jalan kaki bersama warga DKI seru sekali. Keringat bercucuran, segar sekali! Dan aku senyum-senyum sendiri saat melewati Patung Sudirman. Aku pernah hampir pingsan di sini (Cerita: I Love Car Free Day, Jakarta! Dan Pingsan….).

image

image

image

   Beberapa Tandioners yang telah dan mulai berdatangan pun langsung mengakrabkan diri. Fans club Kelly yang berusia hampir dua tahun ini cepat menjadi dekat satu sama lain, terikat kesamaan idola yang menginspirasi mereka. Beberapa orang sudah sering bertemu satu sama lain, beberapa orang lagi termasuk aku akan bertemu Kelly untuk pertama kali. Keramahan Tandioners membantuku mengurangi rasa cemas dan gugup bertemu Kelly, suhunya AsNTM4! Apalagi ada Akbar, Tandioners termuda, baru SMA, yang suka cium tangan Kelly tiap ketemu. Aih ikutan ah! Hahaha. Hingga sebuah mobil melintas perlahan di lobby Sarinah, Thamrin. Seseorang menurunkan kaca mobil di sebelah kiri depan, tersenyum lebar dan ramah seorang gadis menyapa riang kami yang berkumpul,”Haiiii gaessss!” Itu Kelly Tandiono! Ya Tuhaaannn, benar-benar Kelly yang di AsNTM4!

image

image

   Model yang bisa ku bilang sudah jadi Super Model karena sudah melintasi catwalk di belahan dunia ini pun mendatangi kami semua. Senyumnya yang ramah terasa dan untungnya dia tetap memakai kacamata hitamnya! Sungguh itu mengurangi rasa cemas dan gugup. Kelly adalah salah satu model berkarakter dengan ke-fierce-annya. Aku jadi berani minta foto bareng berdua. Cekrek! Kami membuat nilai sepuluh untuk sessi pemotretan ini. Kelly tinggi langsing, aku pendek bulat. Hahaha. Nanti pun aku tahu di keseharian tatapan gahar itu hanya berlaku di pemotretan dan catwalk saja, di luar itu senyuman dari hatinya naik ke bibir dan matanya. Menyiratkan ketulusan dan keramahan, saat Kelly membuka kacamata hitamnya. Cakep!
Drum roll. Drum roll. Drum roll! Acara intipun di mulai! Kelly akan mengajak kami berduapuluh orang ini lari bersama sejauh 5KM setelah asyik berfoto ria. Aura mentornya keluar saat meminta kami melakukan pemanasan dengan intensitas yang disesuaikan buat kami yang amatiran dan mendadak doyan lari, bangun pagi-pagi karena Kelly! Coba kalo kami model, pasti Kelly akan teriak ‘workout that ass’. Hahaha. Gerakan pertama, kedua, ketiga Kelly oke-oke saja kami ikuti. Gerakan ke-empat yang memiringkan badan, merunduk dan berusaha menyentuh jemari kaki, aku mulai kewalahan. Perutku mengganjal di pahaku, Kelly…maaf. Gerakan selanjutnya, mengangkat dan menekuk setengah kaki ke belakang untuk kemudian diam dalam posisi itu dalam beberapa detik, susah juga. Berkali-kali aku hampir jatuh. Guru les yogaku pernah bilang telapak kakiku jenis flat feet alias datar jadi susah jaga keseimbangan.

image

   Kelly menyemangati kami untuk siap berlari bersamanya, mengkampanyekan gerakan hidup sehat dengan olah raga. Dunia model membutuhkan kekuatan stamina dan kelenturan tubuh untuk bersaing menjadi yang terbaik. Sesuatu yang orang awam belum tahu banyak. Dikiranya model itu serba bening, wangi dan indah-indah dilayani.  Bagaimana bisa bersaing kalo kayang saja tak bisa? Hihihi contohnyaaaa. Kelly yang memakai outfit dengan logo sejenis kucing besar melompat ini pun siap beraksi. Dan aku ketar-ketir kalo Kelly melesat cepat seperti si kucing besar di logo! Satu, badanku udah kecapaian jalan kaki. Dua aku cuman minum, belum sarapan. Ketiga, aku belum lagi nge-gym setelah terserang tipes! Hu hu hu. Aku memohon dia tidak berlari secepat si kucing besar.
Yah tetaplah Sang Mentor tak tertandingi. Begitu dimulai, paha dan pantatku terasa pegal dan panas sekali. Kelly dan tiga teman tandioners-ku berlari mengimbangi. Memasuki seratus meter pertama, Kelly dan beberapa orang sudah menjadi titik-titik kecil di depan sana. Aku sudah tak bisa berlari. Yulis, Sang Mimin Tandioners, setia mendampingiku. Lupa kalau dia harus menemani Kelly dan mengabadikan moment ini. Maafkan dia, aku yang salah …hiks. Memasuki dua ratus meter aku benar-benar ‘habis’! Kaki berat melangkah tak mungkin lagi berlari. Ku liat Cita, Sang Pendiri Tandioners, berbalik arah. Orang-orang lain sudah tak kelihatan lagi. Saat bertemu Cita aku pun laporan tak sanggup lagi. Kami pun menuju ke meeting point kembali. Takut pingsan aku.

image

   Kelaparan dan kecapaian, lupa akan tujuan hidup sehat dari acara ini, aku malah memasuki sebuah restoran cepat saji dan memesan junk food. Teringat tatapan fierce Kelly aku memilih porsi terkecil sekedar mengganjal perut, makan sambil takut-takut. Gagal sudah mendapatkan hadiah kaos yang dijanjikan Kelly kepada tiga pemenang yang mendapatkan waktu terbaik. Hiks.
Tak berapa lama dalam hitungan setengah jam hingga  empat puluh lima menit, dari dalam restoran aku melihat orang-orang mulai berdatangan kembali. Weh cepat sekali! Saat ku liat Kelly asyik berfoto ria lagi, aku pun beringsut keluar dari restoran dan menggabungkan diri dalam sunyi. Hihihi. Begitu melihatku sudah duduk manis di kursi, Kelly berkata, “Wah nyampe juga!”
Jawabku tengil sambil mengangkat satu jari,”Saya nomer satu!” Kelly tersenyum jenaka tahu aku hanya tukang ngibul nomer wahid! Hehehe. Mentor, Suhu mana bisa dikadalin! Dan begitulah, kaos dibagikan kepada para pemenang. Aku mencoba bersahabat dengan pemenang pertama dan kedua yang kebetulan laki-laki. Berharap kaos dibagikan kepada sahabat barunya ini. Kan tak muat mereka. Ditolak sih…tahu juga mereka aku ngibul lagi, punya maksud tersembunyi. Hihihi namanya juga usaha. Beberapa orang pada akhirnya mengakui mereka juga tak sanggup mengimbangi dan berbalik arah. Bahkan ada yang naik ojek untuk kembali! Parah! Aku menahan tertawa, takut ditatap galak Kelly jika ketahuan kami nakal-nakal. Maafkan kami Ibu Negara Republik Tandioners….
Sang Mentor mengakhiri acara dengan berbincang-bincang santai dengan fans garis kerasnya. Aura mentor dan super model-nya menyeruak saat Kelly menjawab pertanyaan-pertanyaan kami.  Cara menjawab, cara duduk, postur, uh cakep sekali. Super! Diva! Tubuh pendek itu takdir, Kelly  pas bayi dulu mungkin terkena mantra ulur jadi tinggi sekali. Hahaha. Tapi tubuh langsing dan sehat itu nasib! Dan setiap orang bisa merubah nasib! Jadi kalau sekarang gendut, kamu bisa merubahnya. Kelly bilang dia doyan makan tapi selalu membatasi porsinya. Dia berolah raga dan pantang makan gorengan! Burger, kentang goreng dan minuman bersoda di perutku langsung bergolak. Olahraga, olahraga. Aku harus langsing demi cita-citaku yang sepertinya kurang begitu luhur ini, aku muat memakai bikini-bikini di laut dan pantai yang menjadi kegemaranku! Ahahaha. Luhurlah cita-citaku iniiii.  Kan di samping langsing juga sehat! Dan di dalam tubuh yang sehat ada jiwa yang kuat tak gampang ngibul dan mudah stress. Cakep!
Kebanggaan Indonesia, yang menjadi mentor di ajang kompetisi modeling bergengsi se Asia ini pun bercerita bahwa model-model Indonesia tidak kalah bersaing dengan model-model dari luar negeri sana. Di luar ajang Asia’s Next Top Model, banyak sekali model-model Indonesia yang berjalan di runway-runway international di Paris, Milan, London, New York, Hong Kong, Tokyo dan banyak lagi. Kembali aku teringat kata-kata Tyra Banks ‘Hanya di modeling saja wanita dibayar lebih mahal daripada pria!’ Teringat akan industri fashion yang masif dan menjanjikan lapangan pekerjaan buat jutaan orang. Aku bertepuk-tangan dan diikuti yang lainnya untuk keberhasilan Kelly menjadi mentor dan juga prestasinya menapaki runway-runway international. Terimakasih Kelly! Indonesia bangga padamu!
Sang Mentor yang mulai memiliki basis penggemar di berbagai negara se Asia seperti Philipine, Thailand dan lain-lainnya sungguh berharap kami semua terus membiasakan diri hidup sehat melalui olahraga dan mengkonsumsi makanan sehat. Dan kami pun sepakat untuk mengagendakan acara lari ini setiap bulannya. Mata Kelly yang terbiasa fierce itu, melembut dengan senyuman lebarnya saat menatapku dan berkata,”Next time, harus lebih baik lagi ya”. Siap dongggg eh tapi kan bulan depan itu bulan puasa? Ahahaha tak ada alasan! Tubuh rampingku berbalut bikini dan lautan menari-nari di benakku. Kelly, Sang Super Model, terus melaju dan bersinar dalam doaku dan para Tandioners. Dan kabar yang beredar setelah sukses dengan beberapa film nasional, Kelly juga siap menjejakkan kaki di Hollywood! Go go Kelly!

image

Advertisements