Lebih Dekat dan Pribadi dengan kontestan Asia’s Next Top Model S4

   Hari itu aku sedang tidak enak badan. Tidak masuk kerja, kegiatanku hanya berdiam diri di kamar, menemui dokter sebentar dan banyak berdoa untuk semua hal yang terjadi akhir-akhir ini. Sesekali aku juga bermain fesbuk, instagram dan blogging untuk menghibur diriku sendiri. Instagram sendiri sedang heboh dengan perhelatan Asia’s Next Top Model S4 sekarang ini. Jadi aku yang aktif mengikuti pun sibuk komen sana, komen sini. Ahahaha, hiburan di saat sakit. Sore hari, mendadak hapeku bergetar dengan notifikasi yang surprise, surprise sekali! Patricia Gunawan menyebut namaku di Instagram dan mengajakku nonton bareng aka nobar semifinal Asia’s Next Top Model Season 4 malam ini!
Ya Tuhan…ingatanku pun melayang ke AsNTM musim sebelumnya yang membawaku sampai ke Singapura  dengan segala kekuranganku akan jalanan. Tapi ini Jakarta, man! Meski jalanan crowded, kamu harus bisa menemukannya! Masak tak bisaaa. Sebagai penggemar berat AsNTM, mention Patricia sungguh menjadi kejutan besar! Di-mention saja sudah senang, lah ini diajak nonton bareng dia! Apalagi gadis yang mewakili Indonesia diajang pencarian Top Model se Asia ini langsung memikat perhatian. Keseluruhan pembawaan dirinya di atas lintasan  catwalk sungguh memikat hati. Hingga Kenny,salah satu juri, disertai anggukan kepala tanda setuju banyak penonton, mengatakan Patricia mempunyai kualitas sebagai Top Model di hari pertama kemunculannya! Lupa akan sakit dan merasa ini jadi penghiburan dari Tuhan,  aku pun bertekad menemukan kafe tempat nobar diadakan. Kapan lagi coba?
Google maps on. Kastemer Service bilang, Kafe-nya dekat sebuah Mall besar di Utara yang cukup familiar. Namun kesalahan kastamer service dengan memberi  patokan melewati Mall membuatku berputar-putar tak karuan. Hahaha. Jadi, kejadian nyasar lagi nih? Kembali Google maps bilang dari yang cuma berapa meter dan waktu tempuh menitan, jadi ratusan meter dengan waktu berjam-jam begitu putar balik. Waktu terus berjalan. Aku pasti telat! Tapi tetap harus menemukannya sebelum semifinal di mulai. Sudah hampir dua jam aku berkutat di jalanan sekitaran mall ini! Kembali fokus dan memakai insting di awal, aku kembali ke arah Mall dan putar balik ke awal mula jalan saat keluar tol. Aku pun belajar google maps dengan harus benar-benar menunggu instruksinya. Jadi jangan langsung belok jika si Maps tetep anteng. Kemajuan! Kembali ke jalan yang benar, aku tinggal bertanya ke seorang satpam (penting untuk memilih orang yang tepat saat tak tau arah, demi keamanan). Katanya tinggal lurus  dua belokan kiri lampu merah, aku akan menemukan jalan tempat kafe itu berada. Mengikuti petunjuk satpam dan google maps, kafe ku temukan!  Patricia ada di dalamnya!
Di parkiran aku deg-degan setengah mati! Is this real? It’s too good to be true… Seperti kubilang gadis muda yang memenangkan tantangan pertamanya ini, sungguh memikat hati. Dalam perjuangan dari episode ke episode dia terus terlihat berusaha menciptakan suasana yang adem di rumah model dengan pembawaannya yang jenaka dan ceria. Drama-drama yang bisa jadi sensasi dari mulai gadis yang terluka atau pun yang sepertinya ‘semau gue’ dan doyan rumpi bisa diredam. Dengan banyaknya gadis-gadis jebolan kontes kecantikan seharusnya ini bisa jadi ‘berdarah-darah’ di televisi atau pun barisan pendukung di dunia maya. Semakin tinggi intensitas drama akan semakin  ‘menguntungkan’ yang punya acara. Ingat ‘ Berita Buruk justru jadi Berita Bagus’, demi rating. Entah bagaimana, ini tidak tercipta! Coba bandingkan musim sebelumnya yang parah banget terutama di barisan pendukung setelah melihat drama-drama yang merebak antar gadis di rumah karantina model! (Cerita – Singapura: Mengejar Ayu Gani dan Singapura: Bertemu Ayu Gani)

image

   Aku masih menunggu di parkiran. Pukul.19:30 dan masih deg-degan. Untuk menenangkan diri aku mengingat kilas balik musim ke-4 ini. Sejarah tercipta! Gadis periang ini memenangkan foto terbaiknya dua kali berturut-turut. Belum pernah terjadi sebelumnya di acara Next Top Model. Bahkan biasanya pemenang di episode sebelumnya bisa tergelincir di babak eliminasi bahkan harus keluar kompetisi pada episode berikutnya. Dan yang paling membuat merinding,  Patricia menyebutkan “INDONESIA!” hingga dua kali  seusai menerima  fotoshot terbaiknya yang pertama kali. Haru dan bangga menyeruak, karena dia mengucapkannya dengan sungguh-sungguh. Patricia gadis cantik keturunan dan berwajah oriental ini menjadi sangat dan lebih Indonesia. Dia pun  memenangkan jutaan hati penggemar AsNTM di tanah air dengan segera!

image

image

   Saat menjadi pemenang fotoshot lagi dan ditambah menjadi duta sebuah merek mobil terkenal, Patricia benar-benar telah menjadi juara di hati orang-orang. Dia berjuang keras hingga tidak pernah berada di babak eliminasi hingga semifinal kali ini. Dia tidak segan-segan mendukung gadis lain yang sedang terpuruk, berbesar hati memberikan selamat  pada gadis lain yang menang dan menangis saat teman-temannya pergi satu persatu tereliminasi. Penonton di rumah dihadiahinya dengan sisi lain dirinya yang jenaka, saat berkomentar dengan bahasa inggris ala Indonesia banget yang membuat banyak orang terpingkal-pingkal. Semakin dia berlagak ‘gila’ dan dijelek-jelekkan wajahya saat jeda dari tantangan atau pun pemotretan, aura kecantikan di dalamnya keluar. Dan setiap dia muncul, nama Patricia, bendera merah putih dan nama Indonesia terpampang di layar. Bangga! Di dunia maya pun adem-adem saja. Bahkan penggemar AsNTM diluar negeri mulai banyak memberikan komentar positif mengenai kepribadian dan perilakunya hingga berbalik mendukungnya. Siapa yang tak jatuh hati dengan gadis periang dan hatinya baik ini?

image

image

image

image

image

image

   Aku pun memasuki kafe setelah merasa cukup tenang. Berkenalan dengan saudara-saudara dan temannya, hingga tiba giliran bersalaman dengan orang yang selama ini ku liat di televisi dan memberikan banyak kegembiraan dan kebanggaan. Gadis cantik ini berdiri menyambutku, mengulurkan tangannya dan memperkenalkan dirinya dengan ramah, “Patricia”. Ya Tuhan, dia berdiri dari sofanya melihat aku datang! Sungguh rendah hati dan yah…dia sama seperti yang terlihat di televisi! Apa adanya dan baik hati, tentu saja cantik! Seperti mengerti kecanggungan dan syndrom ketemu bintang yang membuatku jadi hanya bisa senyum-senyum dan mendadak gagu, Patricia pandai memecahkan suasana yang kaku menjadi cair dengan gayanya yang jenaka. Benar-benar tidak ada bedanya dengan yang di televisi. Dari ceritanya pula aku tahu suasana adem di rumah karantina para model karena Patricia lebih mengedepankan kekeluargaan dan mendorong para gadis melakukan hal yang sama. Gadis-gadis yang sepertinya menjadi ‘biang’ masalah dari sudut penonton, justru menjadi malaikat-malaikat  di mata Patricia. Tak pernah sekalipun aku dengar dia berbicara negatif tentang teman-temannya, dia memuji mereka semua. Dari sudut pandang ini aku melihat sisi cerdas Patricia yang tidak mau larut dalam sebuah skenario drama walaupun tidak dikondisikan sama sekali. Cerdas, cerdas sekali. Karena pada akhirnya mereka lah yang terproyeksikan di layar kaca, ntah baik atau buruk image-nya. Patricia menolak! Dengan tetap menjadi dirinya sendiri: cerdas, kompromi, seru dan baik hati. Benar-benar Miss  Perdamaian. Hahaha kegagalan menciptakan drama ini pula menurutku yang membuat Yu Tsai harus datang ke Singapura dari Amerika sana dan turut menggawangi acara ini. Dan drama berpindah ke antar juri! Penonton adem dengan para gadis model dan menyerang para juri! Cerdas, bukan? Di saat terakhir nantinya, para gadis yang berebutan menjadi model terbaik ini toh masih harus berjuang sendiri di dunia nyata industri fashion!

image

image

image

   Spoiler bilang Patricia akan terelimasi di semifinal ini. Berkali-kali aku tanya, berkali-kali dijawabnya dengan wajah jenaka untuk melihat hasilnya sendiri. Kan takut kalo  spoiler-nya benar….hiks. Hingga akhirnya  nama Patricia disebut pertama kali sebagai penampil terbaik dan masuk ke babak grand final, kami bertepuk-tangan penuh sukacita. Gadis cantik dan pintar ini tak pernah masuk babak eliminasi, memenangkan tiga tantangan, mendapatkan tiga kali foto terbaik bahkan tercetak dalam sejarah sebagai yang pertama mendapatkan secara berturut-turut dan menjadi duta CloseUp dan Subaru. Patricia model serba bisa baik di runway dan foto untuk editorial, adibusana juga komersial. Paket ini membuatnya lengkap sebagai top model berkualitas dan siap melenggang ke babak grand final!

image

   Aku kaget setengah mati lagi saat Patricia mengulurkan smartphone-nya dan bilang ingin menyimpan nomer-nomer orang-orang yang mendukungnya. Sebuah kehormatan. Oh Nona, penting buat orang-orang mengenal dan mengerti kamu yang sebenar-benarnya! Penting pula menyebarkan nilai-nilai yang kamu miliki untuk selalu memberikan aura-aura dan pikiran-pikiran positif. Nanti aku juga akan tahu, Patricia juga berbagi ke sesama yang kurang beruntung di aktivitas sosialnya di Rumah Pandai untuk para pengungsi.

image

   Patricia Gouwers-The Gouwers yang merupakan fans-based Patricia Gunawan di applikasi LINE  di malam semifinal ini pun terbentuk, 18 May 2016. Dan kami para The Gouwers akan mempromosikan nilai-nilai yang melekat dari Patricia  bahwa kita tetap bisa berbahagia dan tersenyum sesulit dan semustahil apapun kondisi yang sedang terjadi. Menikmati perjalanan lebih penting daripada hanya fokus ke tujuan semata yang membuat kita melewatkan hal-hal luarbiasa di sekeliling kita. Dalam hal ini persahabatan antar para model di rumah karantina. The Gouwers! Dan kami pun mengangkat Patricia sebagai Queen, Ratu kami. Queen, julukan yang melekat pada Patricia setelah mengguncang AsNTM dengan tarian-tarian hebohnya.

image

   Patricia tidak menjuarai ajang ini. Namun untuk menyenangkan keluarga, teman-teman dan para pendukungnya, Patricia tetap mengadakan acara Nobar Grand Final di sebuah hotel berbintang. Dia lah yang paling tahu, dia tak akan mendapatkan mahkota itu. Dengan gayanya yang lepas  dan jenaka dia menarik ulur rasa penasaran kami hingga detik terakhir. Pastilah dia tertawa dan menikmati kasak-kusuk kami semua di media sosial juga group-group fans. Teori-teori canggih ditemukan, spekulasi disertai penerawangan soal juara atau tidaknya Patricia.  Dia tidak menang dan kami tidak kecewa atau pun menangisinya. Justru standing ovation untuk gadis yang duduk di sofa-nya di barisan depan saat juara AsNTM S4 terungkap. Kami berikan tepukan paling meriah merayakan perjalanan dan perjuangan Patricia di ajang bergengsi pencarian Next Top Model se Asia untuk Indonesia dan berterimakasih padanya. Dia juara di hati kami semua, dialah Sang Pemenang Hati. Patricia Gunawan.

image

  Dan seperti yang telah ku perkirakan, sesuai dengan kualitas dan kepribadiannya yang luarbiasa, Patricia maju ke depan dengan penuh bermartabat. Dia menyampaikan selamat kepada pemenang AsNTM S4, Tawan  dari Thailand. Dia bahkan kerap berteriak,”Go Tawan!” di setiap scene. Dan juga berterimakasih kepada keluarga, teman-teman dan para pendukungnya yang tetap setia hingga akhir.

image

   Aku barusan saja mengenal Patricia dan belum bisa dibilang dekat. Namun melihatnya di televisi dan dunia nyata yang tiada bedanya, aku percaya gadis cantik dan multi talenta ini akan tetap bersinar di industri fashion dan entertainer. Dia bukannya tidak menyadari dunia model sudah mulai harus dikurangi karena pertimbangan-pertimbangan yang dimilikinya. Dan dihadapan kami semua dia berkata akan lebih fokus menjadi entertainer. Bersambut amin yang panjang dan tak putus-putusnya kini dan nanti. Terus bersinar seperti intan permata, Ratu. Masih banyak yang harus melihat dan ketularan sisi positif dirimu!

image

   Dan hey, ternyata Patricia adalah sahabat Ayu Gani! Pemenang AsNTM musim sebelumnya! Gadis muda lainnya yang sama-sama ku support habis namun belum sekalipun bertemu muka.  Di atas atap terbuka bar hotel aku menengadah ke Langit, tersenyum kepada Sang Pemilik cerita hidup kami semua. Serasa Tuhan mengedipkan mata kepadaku, siapkah kamu dengan kejutan-kejutan lain dari Ku?  Tuhanku Maha Baik, Tuhanku Maha Besar! Dan aku merasa diberkati disaat aku harus menjalani konsekuensi dari keputusan berat yang ku ambil Tuhan mempertemukanku dengan Patricia. Ini benar-benar penghiburan dari Tuhan!  Paling tidak aku belajar darinya untuk tetap berpikir positif dan tidak bersyak wasangka. Penghiburan dan berkah akan datang dari arah yang tak disangka-sangka untuk mereka yang punya niat baik. Kita menyebutnya, keajaiban hidup! Miracle! Bermimpi dan percayalah, Para Pemimpi!

Patricia Gunawan: spread good vibes and stay positive minds!

image

Advertisements