Olahraga sebelum traveling itu penting. Ini adalah persiapan awal sebelum kita melakukan perjalanan dengan segala medan dan kondisi cuaca yang akan kita tempuh. Apalagi jika medannya berat, musim hujan dan terpaksa harus backpacker-an. Seperti ke daerah perbukitan, mendaki gunung, daerah-daerah pelosok yang mengharuskan kita sering-sering jalan kaki, bahkan  lokasi-lokasi biasa seperti museum akan menjadi masalah buat orang yang nggak biasa olahraga. Ngos-ngosan, jantung seperti berhenti! Yang lebih merepotkan itu kalo tercecer jauh dibelakang atau jatuh sakit dalam perjalanan. Nyusahin teman! Kalo sendiri sih pasti nyusahin seluruh bangsa. Hahaha. Nggak percaya? Coba aja kalo besok ngga masuk headline di media-media massa.
Aku, kesadarannya tentang olahraga sebelum traveling ini juga baru-baru saja kok. Seiring bertambahnya usia, semakin payah rasanya berjalan-jalan itu. Mendaki bukit 300 meter tingginya di Ora, Maluku saja sampai nangis dan ditungguin temanku saat bilang menyerah. Untung temanku sabar dan mau menemaniku hingga berhasil di nomer buncit.  Eh di atas bukit malah langsung terkapar, tertidur ngorok hingga limabelas menitan! Dalam waktu selama itu banyak hal terlewatkan, yang pasti sih foto narsis sebanyak kamera yang dibawa rombongan dikalikan waktu hidup baterai sama dengan berapa ribu cekrekan itu? Lewattttt! Huh, sebal….
Dan demikianlah, demi menjaga stamina tubuh tetap bugar dan menurunkan berat badan aku mendaftarkan diri di sebuah fitness centre ditemani Personal Trainer. Biar ngga salah pegang alat dan mengetahui pengetahuan basic tentang fitness sehingga bisa sendiri kelak. Beban hidup ini sudah terlalu berat tanpa harus ditambahi berat badanmu yang besar ini kemana-mana cuyyy. Halah.
Saat asyik-asyiknya nge-gym dengan PT-ku, seorang ibu-ibu yang ngga lagi muda,  berwajah India dan metropolis dandanannya, mendadak mendatangiku dengan wajah serius dan tatapan tajam  sambil berkata, “Kamu harus kurus! Umur berapa?”
Gelagapan aku, asal jawab,”Tu tu tu tujuhh yah tujuh belas tahun Tant!” Siyap grak! Tembak di tempat!
“Aku 55 tahun, kamu pasti jauh dibawah saya. Tapi bukan 17! Harus semangat! Disiplin! Jangan makan nasi!” Hadeuh ngga bisa dibo’ongin doi.
Aku pun gelagapan lagi saat bilang,” Potato, Tant! Ken ken ken kentaaang! Ya, kentang!” Halaahh siyap grak lagi!
“Rebus! Brokoli rebus! Sayuran rebus! Minggu depan harus turun!” Mendadak dia balik menatap PT-ku dan bilang,”Sepuluh kilo! Awas ya sepuluh kilo! Aku liat lagi minggu depan!”
GASWAT! Dia pun melenggang pergi dengan aduhai dan anggunnya. Body-nya aduhai langsing dan  semampai. Untuk usia sebanyak dia, luarbiasa. Cleguk! Aku melongo tanya ke PT, “Siapa? Yang punya Golds Gym?”  Eh bukan jawab si PT. Katanya sih member juga. GASWAT! 😂😃😄 💪💪💪. Nge-gym bisa juga seseru dan seketar-ketir ini. Demi perjalanan-perjalanan yang akan datang dan tak mau ada satupun momen yang terlewatkan!
image

Advertisements