Nasehat dan peringatan dari teman-teman aku terima saat mereka tahu aku akan jalan-jalan ke Pahawang di Lampung minggu ini. Semuanya menyoal ke satu hal, keamanan! Pesan dimulai dari hati-hati membawa tas-tas, smartphone jangan terlihat menyolok, barang-barang harus dikekepin, jangan percaya begitu saja tukang bawa barang….Bahkan seorang teman bertanya sampai detil mobil yang dibawa ber-plat Jakarta atau Lampung dan sampainya tengah malam atau subuh. Karena ada berita satu rombongan di rampok oleh bajing lompat di Lampung saat sampai di sana dini hari dengan mobil plat Jakarta. Waduh….
Sedikit pengetahuanku tentang Pelabuhan Merak. Kecuali sekali di belasan tahun yang lalu saat pergi ke Pekanbaru. Seingatku pun aku tertidur di bis saat itu. Juga berita-berita di televisi tentang membludaknya arus pemudik saat lebaran yang benar-benar kacau. Lampung sendiri sering masuk berita dengan begal-begalnya, bajing lompatnya. Dan daerah pelabuhan memang masih terkenal dengan cerita -cerita ‘kerasnya’. Mungkin karena hawanya yang panas. Yang pasti kami tidak membawa mobil dari Jakarta dan tiba di sana subuh pagi hari.
Hujan deras tumpah saat kami tiba di Pelabuhan Merak. Sedikit basah badan dan barang bawaan karena harus berjalan dari perhentian bis ke penjualan tiket. Uh cukup PR dah! Kapal ferry  dari dan ke Merak ini berangkat setiap jamnya. Mungkin karena bukan ‘peak season’ pembelian tiket dan pengantrian ke lambung kapal tidak ‘rusuh’. Sampai saat ini kami aman-aman saja dan mendapatkan tempat tidur lesehan rame-rame di kapal yang bersih dan ber-AC meski harus ada extra bayaran tempat dan bantal di luar tiket. Tak apa-apalah karena perjalanan di waktu jam tidur dan ditempuh kurang lebih tiga jam ke Pelabuhan Bakauheni, Lampung. Saat pulang aku akan mengerti bahwa besar kapal bisa berbeda-beda. Kami menaiki kapal yang lebih besar dan hanya butuh dua jam sampai ke Jakarta.  Kapal yang besar ini tidak ada kamar lesehannya, tapi bangku besar cukup untuk 4-5 orang penumpang dewasa. Mereka bahkan memeragakan keselamatan di laut seperti di pesawat terbang. Keren euy!

image

    Dan sulit untuk membandingkan pelayanan pelabuhan dulu dan kini. Tapi setelah mengingat pesan-pesan temanku, aku tidak melihat ada masalah keamanan yang berarti di sini. Tukang-tukang jualan dilarang masuk. Para porter tidak banyak berkeliaran dam model memaksa. Dan juga sudah hal lumrah kita menjaga diri dan barang bawaan kita. Dermaga bersih dan teratur. Jika ada yang masih harus diperbaiki adalah jalur untuk penumpang datang dan pergi juga tiket bernomer duduk sedari loket. Karena jadi satu, di hari yang sibuk bisa aku bayangkan ribetnya. Antara yang naik mau mendapatkan  tempat yang terenak dibanding yang lain dan yang ingin segera turun kapal. PR dah!

image

   Tersenyum aku teringat perjalanan laut di Timur negeri beberapa waktu lalu dengan segala kondisi dan ceritanya…. Di Pelabuhan Merak dan Bakauheni itu jauh, jauh lebih baik lagi. Aku terlelap di perjalanan dini hari ini.

image

Advertisements