Dear Teman Berjalan-jalan
Sejauh ini kita melangkah. Ke Barat, Utara, Selatan, Tenggara hingga ke Timur bersama-sama. Namun kali ini bukan sekedar jalan-jalan biasa. Ke Timur kita menuju, tempat di mana hari dimulai oleh Mentari. Dan begitulah cerita dimulai. Saat kita tertawa riang, terkaget-kaget, termenung, mengoreksi diri, belajar lagi, bersama-sama mengukur diri sejauh mana bisa berlari berderap bersama Mentari.
Perjalanan ini bukan sekedar jalan-jalan biasa. Saat kita dari Jakarta, Bandung, Kupang dan Kuala Lumpur tanpa pengetahuan awal sedikitpun berlari menuju suatu tempat yang kita yakini, suatu tempat yang kita percayai mempunyai mimpi-mimpi, menggenggam  erat mimpi dan menyimpannya dalam hati. Ya itulah tempat yang kita tuju, tempat yang kita akan bangunkan mimpi-mimpi mereka bahwa kita semua ada untuk menyapa para bocah pemimpi dan para orang tua yang tak lelah mengimpikan kehidupan yang lebih baik lagi untuk anak cucunya. Bahwa kita  sama seperti mereka yang tak lelah bermimpi dan berjuang meraihnya.
Dan bagaimana kita akan lupakan perjalanan kali ini, saat menemukan para pemimpi menjalani mimpi-mimpinya dengan penuh semangat walau keterbatasan disana-sini? Ingatlah saat mereka bergembira mendengarkan kisah-kisah kita, pun dengan malu-malu menceritakan kisah mereka yang luarbiasa di usia yang masih muda. Dan dengan keramahan mereka, diajaknya kita menari, bernyanyi bahkan uji nyali dengan katingting yang melegenda di Tabuji.  Yang kita ingat bahwa kita hanya dan hanya selalu tertawa gembira, terkadang menertawakan ‘kebodohan-kebodohan’ kita.  Tak pernah menangis bersedih dan berduka, hanya menangis karena mereka begitu istimewa di hati dan hanya sekejap kita menyinggahi dan menyapa mereka.
Perjalanan ini bukan sekedar jalan-jalan biasa saat para pemimpi itu membaca buku-buku yang kita tinggalkan di sudut-sudut Taman Baca, di Sekolah, di Rumah-Rumah maupun Tepian Pantai Tabuji.
BUKU: Jejak yang tak terbatasi ruang dan waktu, penyimpan pengetahuan manusia yang paling purba, teman pemimpi yang setia.
Teman Berjalan-jalan. Terimakasih untuk pengalaman paling berharga ini. Para Pemimpi, kita akan bertemu lagi saat senja bergulir seiring hari menemui bulan dan bintang. Jadilah terang di gelap malam, hingga pagi menjelang.
Senja di Pantai Tabuji
08 Maret 2016
——————————
Note: Buku-buku ditinggalkan juga oleh kakak-kakak Sabeta dan kakak-kakak Pramuka yang belum sempat hadir di Tabuji. Terimakasihhhh😃😃😃

image

Advertisements