Anak-anak di semua tempat itu sama saja. Mereka polos dan punya rasa ingin tahu yang besar. Meski ada yang dikemas dengan malu-malu, berani, takut-takut, jinak-jinak merpati, pada dasarnya semua anak tertarik akan hal-hal baru. Pun demikian dengan anak-anak di Tabuji. Menggelitik hati melihat tanggapan mereka saat kami orang-orang berbadan ‘lebih tinggi’ dan ‘asing’ datang mengunjungi mereka. Kadang kita harus berdiri sama tinggi dengan mereka untuk lebih mengenal dan bisa ‘berbicara’ dengan mereka.
✔Juan batita yang mulai berjalan ini sungguh ingin mengenal kami. Tapi jangan sekali-kali memanggilnya karena akan membuatnya menangis sambil berdiri. Jika terpaksa karena ingin menggodanya, tunggulah  saat dia digendong ibunya. Kita dekati dan panggil namanya,  dia akan say ‘hai’ sambil melambaikan tangannya tapi tetap berurai airmata. 😘
✔Axel yang bercerita tentang seramnya macan dan buaya di Tabuji yang diakhir cerita akan bilang itu hanya bohong belaka. Hahaha. Sering aku pura-pura ketakutan hanya demi melihatnya tertawa cekikikan kegirangan 😱😱😱😱.  😂😂😂
✅Ada anak perempuan PAUD lucu sekali. Dia aktif mengikuti kegiatan tapi tak bisa mendengar suara yang keras-keras. Dia akan menangis kencang begitu aba-aba perintah dikumandangkan keras-keras. Tapi jika pelan-pelan dan penuh kasih sayang dia akan sumringah menjalankan tugas dengan bagus sekali. 👍. Makanya kakak-kakak Sabeta jangan kek Toa dong 📣📣📣
✅Yg agak besaran akan malu-malu bertanya apakah kami sudah menikah. Hihihi ketahuan mana single mana double 🙈🙈🙈
⚠Anak-anak belajar dari apa yang dilihatnya dan diketahuinya. Jadi saat ditanya kembali apa pekerjaan kakak Sabeta yang di SetNeg, karena sebelumnya disebutkan tugasnya adalah membantu presiden, anak kelas rendah lantang berkata “Pembantuuu Presidennnn.. menyapu, mengepel..” 😂😂😂😂. Betul kan itu tugas pembantu? 😁😁😁
✅Kebanyakan orang-orang Tabuji langsing-langsing dan berkulit coklat gelap. Anak-anak akan langsung berekspresi apa adanya saat melihat perbedaan fisik kami yang nyata. Saat di pantai berenang bersama,  dua orang teman mengalami kejadian lucu di lokasi berbeda. Teman perempuan yang dengan gaya renang berkekuatan mesin diesel ‘kapyuk-kapyuk’ membuat Levi gadis kecil manis terkejut setengah mati setelah berdekatan ” Kakak so besar sekali..”. Di hari yang normal dengan komentar teman sendiri kami mungkin digamparnya. Tapi ekspresi wajah Levi yang penuh kekagetan sukses bikin kami semua tertawa terbahak-bahak.
Teman lelaki yang berenang dengan anak-anak lelaki diserbu dengan pertanyaan berapa kali mandi dalam sehari. “Kakak mandi teruskah? Badannya so putih sekali!” 😂😂😂😂.
⚠ Kemana pun kami pergi mereka selalu mengikuti. Ngintil kesana-kemari sampai malem pun ditongkrongi. Takut kalo kami pergi kali😁😁😁. Mereka senang sekali kalo kami ikutan berenang di pantai ataupun ikut main ‘Pindahkan Cepat Batu Kecil Ini’. Apalagi menari-nari yang memang sudah mendarah daging di Maluku dan Tabuji.
💪Meski masih kecil, mereka tangkas sekali. Setiap melihat kami menimba air mereka berebutan ingin membantu. Namun karena Undang-Undang melarang memperkerjakan anak-anak di bawah umur, daripada di penjara sambil diempanin ke agas-agas (nyamuk super kecil) kami menolak dan menimba sendiri. Sering cara menimbaku dikritik karena bikin sumur tambah keruh 🙊🙊
Ah anak-anak manisku yang lucu-lucu. Semakin banyak yang mengunjungi dan berkawan denganmu akan lebih mengerti dirimu akan perbedaan-perbedaan untuk disyukuri dan tetap rukun bersatu. Sedari kecil, di usia dini. ❤❤❤

image

Advertisements